Rabu, 16 Mei 2018

#KAMITIDAKTAKUT

Melihat teror bom beruntun yang terjadi di 3 gereja di Surabaya hari Minggu kemarin (13/05/2018), membuat saya merenung. Membuat saya harus menulis ini.

Saya menulis ini sebagai reminder untuk kalian dan utamanya saya sendiri, bahwa peristiwa ini sudah banyak terjadi (semoga ini yang terakhir), dan harapannya sebagai bahan pembelajaran agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Saat saya melihat-lihat di media sosial, saya terharu ternyata masih banyak yang peduli dan tidak terprovokasi atas terjadinya aksi terorisme ini. Bahkan, #KamiTidakTakut pun menjadi trending di Twitter. Semua menyatu berada di pihak yang sama. Kemanusiaan.

Di Instagram pun begitu. Banyak yang mengecam peristiwa ini. Sejenak kemudian, saya melihat postingan suatu akun yang berisi hasil screenshot. Screenshot yang menampilkan bahwa masih banyak juga yang tidak peduli, bahkan setuju atas terjadinya peristiwa ini.


Ada 2 kemungkinan dari screenshot tersebut, yaitu akun asli atau akun palsu untuk menebar kebencian. Tidak, saya tidak ada maksud menebar kebencian juga. Dengan saya tampilkannya contoh di atas, saya berharap kita tidak menjadi seperti mereka. Membenci manusia lain yang memiliki pandangan/kepercayaan berbeda.

By the way, saya dari kecil sering mendengar ceramah di masjid yang membahas bahwa agama Islam yang paling benar. Sebuah ceramah yang wajar. Sebagai umat beragama, harus yakin dan percaya bahwa agama yang dianutnya benar. Saya rasa semua agama juga begitu. Dan memang harusnya begitu.

Sayangnya untuk mereka yang bodoh, hal tersebut akan membuahkan persepsi yang salah, bahwa agamanya paling benar, lalu menghasilkan prinsip bahwa Beda = Musuh. Dari benih-benih inilah teroris ada.

"The highest result of education is tolerance."
-Helen Keller-

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana memeranginya?

Saya tidak tau pasti. Karena mereka ada di antara kita. Ikut bermasyarakat seperti sebagaimana mestinya. Memerangi mereka rasanya tidak ada bedanya dengan memerangi bangsa sendiri.

Mungkin satu-satunya cara yang sebaiknya dilakukan adalah mulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Dengan memusnahkan kebencian yang ada dalam diri kita. Terdengar mudah, kenyataannya susah. Tapi susah bukan berarti tidak bisa.

Dan jangan lupa pererat silaturahmi. Tidak peduli mereka suku, ras atau agama apa, asal orang baik, mereka saudara. Karena ini sama saja seluruh agama, yaitu Hindu, Budha, Islam, Kristen,  Khatolik, Konghuchu, dan lainnya, melawan agama teroris.

Ya, akan semakin salah jika kita menganggap aksi terorisme ini adalah kesalahan salah satu agama. Hal tersebut tidak bisa dipukul sama rata. Karena pada faktanya, semua sama-sama rugi.

Umat Islam yang berusaha berpakaian mengikuti aturan agama, akan mudah dicurigai hanya karena para teroris memiliki penampilan yang sama. Padahal, sebuah kejahatan tidak bisa dilihat hanya dari penampilannya saja. Malah mayoritas penjahat memakai pakaian jas rapi berdasi. Ah, kalian tau lah maksud saya siapa.

Sedangkan kerugian yang dialami semuanya adalah rasa tidak aman dalam beraktifitas, terutama untuk menyembah Tuhannya masing-masing.

Harapan terakhirnya, jangan sampai kita teradu domba. Jangan sampai kita seperti mereka yang ada di screenshot tadi. Jangan sampai kita memusuhi mereka. Mereka hanya tidak tau apa yang mereka tulis. Jangan takut pada teroris, Tuhan melindungi kita semua.


"Peran agama sesungguhnya adalah membuat orang sadar akan fakta bahwa dirinya bagian dari umat manusia & alam semesta."
-Gus Dur-


NOTE:
Baru kali ini saya menulis postingan blog ditemani satu lagu yang saya mainkan berulang-ulang (biasanya saya menulis dalam keheningan). Lagu tersebut adalah Barasuara - Hagia. Lagu ini pernah saya bahas di postingan lain. Klik saja DISINI.
Lagu ini membuat saya merinding. Feel-nya terasa sekali. Bahkan belum lama ini Asteriska (salah satu vokalisnya), sampai menangis terharu karena banyaknya penonton yang ikut bernyanyi bersama. Sebuah bukti kecil bahwa sebenarnya kita bisa menang melawan mereka yang berusaha memecah-belah kita.

1 komentar:

  1. Di Instagram gua, @ramadani_idaham gue mencoba meluruskan dan menjelaskan tentang terrorism itu bukan islam hehe

    BalasHapus