Lamunan Masa Lalu

Blog

Ketika gue sedang melamun sendirian di dalam kamar, tiba-tiba gue terpikirkan suatu hal. Jika sudah tidak sekolah lagi, apakah akan semenyenangkan ini? Saat ini gue kuliah semester 3. Masih ada 3 semester lagi (karena D3). Lalu tiba-tiba ingatan menuju masa di SMA, saat bosan di kelas, mencorat-coret tidak jelas di lembaran belakang buku. Selesai olahraga, dengan penuh kesadaran masih menikmati soto dan sate usus di kantin karena berusaha menghindari hal mengerikan yang bernama matematika. Atau saat malam minggu, malam dimana siswa memiliki kesempatan untuk kumpul-kumpul ngopi bareng teman, walaupun lebih banyak gue nikmati dengan tidur (yang pada akhirnya gue sesali hal itu).

Terkadang kami rencanakan liburan ke suatu tempat yang pas untuk menikmati hari libur, sebuah hari senggang di antara kesibukan tumpukan tugas sekolah. Sejenak melupakan penat dengan menikmati segelas kopi, beberapa snack, dan mie goreng instan, yang terkadang kami nikmati di atas tebing, di pinggir pantai, di sebuah gubuk dengan pemandangan eksotis, atau di atas gunung yang tidak terlalu tinggi (karena motor bisa sampai disana).

Gue pun mulai menyadari, bahwa menikmati hal biasa bersama sahabat ternyata sangat menyenangkan. Ya sahabat, karena tidak ada kecanggungan disana, saling melempar hinaan dengan maksud candaan, bahkan membuka aib teman sendiri untuk bahan tertawaan. Iya, teman emang gitu. Ah, mulai rancu dengan istilah sahabat dan teman.

Semua hal ini terjadi karena tugas. Pernah kami berharap seandainya sekolah tidak ada tugas. Hanya pelajaran biasa, istirahat di kantin, kegiatan-kegiatan lain, kemudian pulang ke rumah untuk malamnya ngumpul bersama teman tanpa ada beban tugas yang mengganjal pikiran.

Tapi di sudut pikiran yang lain berkata, seandainya tugas memang benar-benar tidak ada, akankah yang terjadi di SMA akan se-memorable itu? Sepertinya tidak. Karena liburan sederhana yang telah dilakukan akan terkesan benar-benar biasa. Tidak ada emosi pembalasan dendam setelah sekian banyak tugas. Karena tugaslah, setiap liburan bareng menjadi terasa limited edition.

Mari kembali ke masa sekarang, mengingat hal ini rasanya kegiatan menjenguk teman kuliah pun menjadi terasa spesial, karena disempat-sempatkan di dalam padatnya perkuliahan. Walaupun ada beberapa hal yang menjadi membosankan karena distraksi kenangan masa SMA. Ya begitulah hidup, suatu hal akan menjadi begitu dicintai setelah hal itu hilang.

Seandainya kegiatan nge-band nggak jelas bareng temen -yang penting bunyi- bisa dan sering terlaksana, nantinya pasti akan terasa spesial saat semua berkumpul kembali lalu melakukannya lagi. Semoga saja.

Dan setelah wisuda nanti, gue pasti akan merindukan semua hal yang ada di kehidupan masa sekolah. Hal ini membuat gue berpikir, gue harus menikmati momen-momen ini sebelum nanti menyesalinya (lagi). Tersisa 3 semester, waktu yang tidak banyak.

2 Responses to "Lamunan Masa Lalu"

  1. 'Distraksi kenangan masa SMA' pemilihan kata yg bagus 👍

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel